BERLIN - Band rock legendaris asal Jerman, Scorpions yang telah eksis selama 45 tahun ini bubar. Pencetak hits The Wind of Change mengumumkan keputusan berhenti dari industri musik di laman resminya www.the-scorpions.com.
Namun penggemar band kalajengking ini akan mendapat kesempatan untuk mengucapkan kata pisah kepada band yang telah terbentuk sejak 1965 ini. Rencananya, setelah merilis album Sting in the Tail pada Maret 2010, Scorpions akan melakukan tur farewell selama dua tahun.
Selama kurun waktu tersebut, Scorpions telah bergonta-ganti personel. Saat ini Scorpions terdiri dari Klause Meine (vokalis sejak 1970), Matthias Jabs (gitaris sejak 1978), Rudolf Schenker (gitaris sejak 1965), Pawel Maciwoda (basis sejak 2003), dan James Kottak (drummer sejak 1996).
“Ini adalah hal yang selalu menyenangkan, tujuan hidup kami, keinginan kami, dan kami merasa cukup beruntung untuk membuat musik buat kalian, baik di atas panggung maupun di studio, membuat lagu-lagu baru. Sementara kami masih bekerja membuat album kami dalam beberapa bulan terakhir, kami bisa merasakan bagaimana kekuatan dan kreativitas kerja kami telah dan bagaimana menyenangkan kami masih bisa membuatnya, meski dalam proses,” demikian pernyataan yang ditulis scorpions dalam laman grupnya seperti dikutip okezone dari femalefirst, Selasa (26/1/2010).
Scorpions ingin mengakhiri karir musiknya yang luar biasa dalam sejarah. Mereka dihadapkan fakta bahwa mereka telah membuahkan karya legendaris sejak era 60an.
“Ini mengapa, khususnya sekarang, kami sepakat bahwa kami telah mencapai di penghujung jalan kami,” demikian pernyataan resmi Scorpions.
Tahun ini, mereka memulai tur perpisahan di Jerman dan kemudian merencanakan untuk menyambangi lima benua beberapa tahun ke depan.
“Kami ingin kamu, fans kami, menjadi yang pertama tahu tentang kabar ini. Terima kasih atas dukungan yang tiada pernah berakhir selama beberapa tahun ini,” ucap Scorpions.
Scorpions dibentuk oleh Rudolf Schenker di Hanover, Jerman pada 1965. Seiring perkembangannya, adik Rudolf, Michael dan Klause Mein ikut bergabung pada 1969. Band ini telah menjual lebih dari 75 juta album di seluruh dunia.
sumber : okezone
JAKARTA - Wacana dinonaktifkannya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dan Boediono sebagai Wakil Presiden akibat skandal Bank Century dinilai tidak akan mempengaruhi pasar modal Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Head of Research and Chief Economist Asia ING Commercial Banking Tim Condon saat teleconference dengan wartawan di kantor ING Securities Indonesia, Gedung BEI, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
"Investor nampaknya tertarik dengan kasus Century, tapi terlepas dari tertarik atau tidak tertariknya investor asing, itu bukanlah hal yang dikhawatirkan oleh investor asing," jelasnya.
Lebih jauh dia menjelaskan jika investor lebih melihat atas potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2010 daripada skandal-skandal politik seperti kasus Bank Century.
"Saya pikir investor tidak akan keluar dari Indonesia karena masalah itu. Karena itu bukan sesuatu yang menakutkan bagi investor, mereka tidak melihat isu politik di Indonesia, investor melihat kinerja ekonomi Indonesia," jelasnya.
Walau demikian, dia mengatakan jika pasar modal Indonesia akan sedikit mengalami kontraksi pada kuartal I-2010 ini. Hal ini karena kekhawatiran atas kebijakan Presiden AS Barack Obama yang membatasi pergerakan perbankan dan pengetatan likuditas di China. "Kekhawatiran atas kebijakan di AS dan situasi di China akan menjadi sedikit masalah secara jangka pendek," jelasnya.
Dengan demikian, menurutnya capital outflow nampaknya memang akan terjadi pada kuartal pertama tahun ini. "Investor melihat hal ini mungkin saja pada kuartal I pasar modal akan penuh perjuangan, dan akan mengakibatkan kekhawatiran keluarnya dana asing di kuartal I-2010," tambahnya.
sumber:okezone
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Boediono menerima kunjungan perwakilan Dewan Bisnis Amerika-ASEAN (US-ASEAN Business Council) di Istana Wapres. Dalam pertemuan itu, Boediono menyampaikan empat kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dalam waktu lima tahun ke depan.
Hal tersebut diungkapkan juru bicara Boediono, Yopie Hidayat, kepada wartawan usai pertemuan yang berlangsung tertutup, di Istana Wapres, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Empat kebijakan tersebut yakni pertama, pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan kereta api untuk meningkatkan konektivitas antardaerah di seluruh Indonesia.
Yopie mengatakan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu target utama pembangunan untuk menciptakan pasar dalam negeri. "Belajar dari krisis ekonomi 2008 lalu kita tidak bisa hanya bergantung kepada ekspor," katanya.
Fokus kedua adalah pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik atau good corporate governance untuk mendukung iklim investasi. Salah satunya dengan menyelaraskan peraturan yang dibuat pemerintah agar tidak ada lagi hambatan dalam investasi.
Selain itu, Boediono juga menjelaskan tentang intervensi pemerintah dalam perekonomian melalui berbagai program yang langsung diarahkan terhadap masyarakat miskin.
Misalnya, bantuan langsung tunai (BLT), program keluarga harapan dan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri. "Terakhir Wakil Presiden juga menyampaikan tentang peningkatan sumber daya manusia," kata Yopie.
Meski demikian, tidak ada pembicaraan mengenai angka investasi yang akan ditanamkan oleh para pengusaha asal AS tersebut. "Karena ini dengan wapres kita hanya bicara hal umum saja. Soal kebijakan pemerintah ke depan," ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung di Istana Wakil Presiden ini turut dihadiri Presiden US-Indonesia Business Council Alexander C Feldman dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R Hume. Serta beberapa pengusaha asal AS di antaranya perwakilan perusahaan Time Warner, Intel, dan Monsanto.
sumber:okezone